Aku jatuh cinta pada seorang gadis Indonesia, tetapi dia memiliki keter disability mental; dia bertingkah seperti anak kecil dan tidak bisa berbicara. Dia selalu tertawa dan bergaul dengan semua orang asing tanpa mengatakan tidak karena dia memiliki keter disability mental. Ibunya selalu menjaganya dan tidak pernah meninggalkannya sendirian. Kami melamarnya, tetapi ibunya menjawab, "Anak perempuanku memiliki masalah mental. Siapa pun yang menikahinya harus selalu menjaganya seperti anak kecil karena dia akan berkeliaran tanpa tujuan dan tidak tahu apa yang sedang dilakukannya."
Endonezyalı bir kıza aşık oldum, ancak zihinsel engeli vardı; çocuk gibi davranıyordu ve konuşamıyordu. Zihinsel engeli nedeniyle her zaman gülüyor ve yabancılarla hayır demeden vakit geçiriyordu. Annesi her zaman ona bakıyor ve onu asla yalnız bırakmıyordu. Ona evlenme teklif ettik, ancak annesi, "Kızımın zihinsel bir problemi var. Onunla evlenecek olan kişi ona her zaman bir çocuk gibi bakmalı, çünkü amaçsızca dolaşacak ve ne yaptığını bilemeyecek" diye cevap verdi.